Beritahukan Saya Mengenai Jaminan ItuKetika kita membeli sebuah produk dengan jaminan seumur hidup si penjualnya akan mengucapkan, "Barang ini tahan selamanya, tetapi rawatlah barang itu atau jaminannya tidak berlaku." Apakah jaminan seperti itu merupakan analogi yang baik untuk kese-lamatan? Amankah, atau dapatkah kita melakukan sesuatu untuk meniadakan jaminan itu? Pertanyaan-pertanyaan itu memperkenalkan kita pada doktrin keyakinan dan ketekunan. Jaminan merupakan keyakinan seseorang akan keselamatan meskipun hidup-nya tidak sempurna. Ketekunan merupakan kepercayaan dan ketaatan terus-menerus kepada Kristus, yang bertahan hingga akhir hidup.
Subjek ini sering diperdebatkan dengan tajuk "keamanan kekal" (eternal security). Pertanyaan pokok-nya ialah, "Dapatkah orang-orang Kristen kehilangan keselamatannya?" Tetapi, isu yang harus ditanyakan mungkin adalah: "Dapatkah orang-orang percaya mengakui telah diselamatkan?" 1 Yohanes 2:19 menjawab pertanyaan kedua secara positif. "Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita." Apa pun uraian historisnya, Yohanes mengatakan bahwa orang-orang Kristen itu, yang mengaku percaya, akhirnya terbukti bahwa mereka bukanlah orang-orang Kristen yang sesungguhnya. Mereka tidak kehilangan keselamatan karena mereka tidak pernah memilikinya.
Jadi, bagaimana seseorang mengetahui bahwa ia telah diselamatkan?
Allah memandang proses penebusan sebagai se-buah karya utuh, karya-Nya. "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya . . . Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya; Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenar-kan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya" (Roma 8:29-30).
Paulus me-nyimpulkan bahwa tidak ada yang dapat memisahkan orang-orang percaya yang sesungguhnya dari kasih Allah (Roma 8:38-39), dan Roh Kudus sendiri memberi kita suatu keyakinan tatkala la "Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah" (Roma 8:16). Kesaksian di dalam hati kita merupakan bagian yang meyakinkan bahwa kita sungguh-sungguh sudah diselamatkan.
Tetapi, keyakinan jaminan yang salah sering ter-jadi di dalam masyarakat yang menghargai nilai-nilai keagamaan. Amatilah berapa banyak orang yang meng-anggap dirinya Kristen semata-mata karena pergi ke gereja atau melakukan perbuatan baik. Bagaimanapun, Yesus mengetahui profesor-profesor yang palsu. "Pada hari terakhir banyak orang kan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu'." (Matius.
7:22-23).
Tantangan Yesus, "Tetapi orang yang bertahan sam-pai pada kesudahannya akan selamat" (Matius 10:22; 24:13). Perlunya kita bertahan tidak harus membuat kita takut karena Allah memelihara kepunyaan-Nya. Paulus menekankan hal itu ketika menulis kepada orang-orang Filipi: "Akan hal ini aku yakin sepenuh-nya, yaitu la, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhir¬nya pada hari Kristus Yesus" (Filipi 1:6). Kematian Yesus telah menyelesaikan karya penebusan-Nya, dan Allah memeteraikan kita dengan Roh Kudus (Efesus 1:13; 4:30). Penggenapan karya keselamatan Allah ber-gantung pada kesetiaan-Nya, bukan pada usaha kita. Orang-orang yang sungguh-sungguh diselamatkan telah aman di dalam Kristus.
Paulus mendorong orang-orang Korintus yang tidak taat, "Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalarn iman" (2 Korintus 13:5). Kita membuktikan bahwa pengakuan kita nyata melalui kehidupan kita. Apakah Anda melihat sebagian bukti Roh Kudus ber-diam di dalam hidup Anda, misalnya buah Roh (Galatia 5:22-23)? Kehadiran buah Roh merupakan bukti yang kita cari untuk memastikan keselamatan kita sendiri.
Kita dapat beristirahat dengan penuh keyakinan Alkitab bahwa Allah "Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di ha-dapan kemuliaan-Nya" (Yudas 1:24). Yakinlah bahwa kegagalan-kegagalan kita (dan kita semua melakukan-nya) bersifat sementara. Allah akan memelihara kepunyaan-Nya selamanya. Orang-orang yang tidak percaya mungkin mengaku telah diselamatkan meski-pun sesungguhnya mereka tidak diselamatkan, tetapi orang yang sungguh-sungguh diselamatkan tidak akan kehilangan keselamatan mereka.
----------
Source : Rick Cornish, 5 menit teologi, pinonerJaya, 249-252